Iklan

 


,

 


Widget Banner (label produk)

Widget Banner (label produk)

Featured Post

Margareth Siagian Tampil di Perayaan Natal Perkumpulan Marga Siagian se-Jabodetabek

Foto: Margareth ‘Mammamia’ Siagian, saat di panggung Perayaan Natal Punguan Raja Siagian Dohot Boruna se-Jabodetabek   JAKARTA (wartamerde...

Widget HTML #1

 


Widget HTML (label produk)

Widget HTML (label jasa)


Widget Banner (label jasa)

Widget Banner (label jasa)

Menu Halaman Statis

Iklan

 


Tiga Produsen Otomotif Dunia Bakal Bangun Pabrik di Indonesia

Jumat, 31 Agustus 2018, Agustus 31, 2018 WIB Last Updated 2018-09-04T09:15:25Z

OTOMOTIF-  Tiga produsen otomotif dunia berminat untuk membangun pabriknya di Indonesia. Jika berjalan lancar, pembangunan fasilitas produksinya tersebut akan mulai akhir tahun ini.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan, sebenarnya ada banyak produsen otomotif yang berminat untuk membangun pabrik di Indonesia. Namun hanya tiga produsen yang dinilai paling serius.


"Kalau sekarang itu banyak yang sudah melakukan kajian, dan dia mau melakukan assembling, membangun manufaktur di Indonesia. Ada banyak, dari Korea, banyak dari beberapa daerah Eropa. Yang intens sekarang yang sudah diskusi ada tiga perusahaan industri multinasional. ‎Saya tidak bisa sampaikan (namanya) karena dia minta di-disclose dulu," ujar dia di Yogyakarta, Jumat (31/8/2018).

Dia mengungkapkan, alasan ketiga produsen otomotif tersebut tertarik berinvestasi di Indonesia lantaran reformasi birokrasi yang telah dilakukan pemerintah, khususnya dalam hal perizinan usaha.

"Pertama, yang dia lihat bahwa Indonesia ini iklim usahanya sudah makin bagus, karena ada kemudahan," kata dia.

Faktor lain yang menjadi pertimbangan yaitu pasar otomotif Indonesia yang sangat besar. Saat ini, perbandingan jumlah kendaraan dengan penduduk baru sekitar 86:1.000.

"Kedua, pasar Indonesia memiliki basis pasar untuk pengembangan industri otomotif. Sekarang kita baru 87 kendaraan banding 1.000 penduduk. Ini masih sangat rendah kalau dibandingkan Thailand," jelas dia.

Menurut Putu, jika tidak ada halangan, pembangunan pabrik tersebut rencananya akan dimulai pada akhir tahun ini.

"Banyak yang akhir tahun ini dan tahun depan bakal masuk. Nanti lihat. Karena kita cukup berhasil dengan adanya program CKD (complete knocked down) dan IKD (incompletely knocked down). Jadi dia mulai melakukan assembling CKD dan IKD, setelah itu baru pendalaman," tandas dia.

Iklan