Iklan

 


,

 


Widget Banner (label produk)

Widget Banner (label produk)

Featured Post

Margareth Siagian Tampil di Perayaan Natal Perkumpulan Marga Siagian se-Jabodetabek

Foto: Margareth ‘Mammamia’ Siagian, saat di panggung Perayaan Natal Punguan Raja Siagian Dohot Boruna se-Jabodetabek   JAKARTA (wartamerde...

Widget HTML #1

 


Widget HTML (label produk)

Widget HTML (label jasa)


Widget Banner (label jasa)

Widget Banner (label jasa)

Menu Halaman Statis

Iklan

 


Rupiah Terus Menguat Ke Rp14.226 Per Dolar AS

Rabu, 12 Juni 2019, Juni 12, 2019 WIB Last Updated 2019-06-12T02:57:27Z

JAKARTA (bisnismerdeka.com) - Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.226 per dolar AS pada perdagangan Rabu (12/6). Posisi ini menguat 12 poin atau 0,08 persen dari Selasa (11/6) yang di Rp14.238 per dolar AS.

Bersama rupiah, beberapa mata uang Asia berada di zona hijau, seperti dolar Hong Kong menguat 0,08 persen dan yen Jepang 0,04 persen. Sementara baht Thailand stagnan.

Sedangkan mata uang lain justru melemah dari dolar AS, seperti dolar Singapura minus 0,01 persen, ringgit Malaysia minus 0,02 persen, peso Filipina minus 0,04 persen, dan yuan China 0,04 persen.

Sementara mata uang utama bervariasi. Franc Swiss menguat 0,03 persen. Diikuti euro Eropa 0,02 persen dan dolar Kanada 0,01 persen.

Namun, dolar Australia melemah 0,13 persen, rubel Rusia minus 0,05 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,04 persen. Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan penguatan rupiah masih akan berlanjut pada hari ini.

Ia memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp14.205-14.275 per dolar AS. Menurutnya, pergerakan rupiah saat ini masih memanfaatkan sentimen positif dari dalam negeri dan negatif dari luar negeri.

"Dari internal masih karena kenaikan peringkat utang Indonesia dan inflasi yang relatif stabil, belum ada sentimen baru," ungkapnya seperti dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (12/6).

Sedangkan sentimen dari luar negeri masih dipengaruhi oleh perang dagang antara AS dan China, kebijakan moneter sejumlah bank sentral di dunia. Begitu pula dengan ekspektasi terhadap tingkat suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.

Iklan