Iklan

 


,

 


Widget Banner (label produk)

Widget Banner (label produk)

Featured Post

Margareth Siagian Tampil di Perayaan Natal Perkumpulan Marga Siagian se-Jabodetabek

Foto: Margareth ‘Mammamia’ Siagian, saat di panggung Perayaan Natal Punguan Raja Siagian Dohot Boruna se-Jabodetabek   JAKARTA (wartamerde...

Widget HTML #1

 


Widget HTML (label produk)

Widget HTML (label jasa)


Widget Banner (label jasa)

Widget Banner (label jasa)

Menu Halaman Statis

Iklan

 


Target Pertumbuhan Kredit Perbankan Nasional Turun, Jadi 9-10%

Senin, 17 Juni 2019, Juni 17, 2019 WIB Last Updated 2019-06-18T00:20:46Z

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Perbankan nasional melakukan revisi ke bawah target pertumbuhan kredit menjadi 9-10% dari sebelumnya 10%-12%. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Gedung DPR.

Wimboh menjelaskan penurunan target ini terjadi karena perang dagang yang terjadi dan berimbas ke ekspor serta kebutuhan pembiayaan dunia usaha.

"Faktornya beragam, ada beberapa bank yang tertunda (penyaluran kreditnya). Ada juga yang terimbas perang dagang," kata Wimboh di Komisi XI, DPR, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Dia menjelaskan ketegangan dagang antara AS dan Cina turut mempengaruhi optimisme dunia usaha dan pengaruh terhadap ekspor ke negara yang terkena dampak perang dagang.

"Kalau ekspornya dikenakan tarif jadi eksportir tidak bisa produksi banyak. Kalau produksi terganggu yang mulai berdampak," ujarnya.

Baca juga: BI Tahan Suku Bunga 6% Agar Dana Asing Tidak Cabut

Wimboh mengatakan tetap optimistis pertumbuhan kredit perbankan tahun ini akan berada di bias atas rentang pertumbuhan kredit atau 11%.

Dia mengungkapkan koreksi pertumbuhan kredit itu karena murni faktor ekonomi eksternal, bukan lemahnya permintaan kredit dari domestik.

Selain pertumbuhan kredit, OJK juga merevisi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan menjadi 7% - 9% dari sebelumya 8-10%.

Menurut Wimboh, penurunan DPK ini karena tekanan yang menimbulkan dana keluar. Dia tidak merinci penyebab tekanan itu.

Sedangkan untuk 2020, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit di 12% - 16% dan DPK di 10% hingga 13%.

Iklan