JAKARTA (bisnismerdeka.com) - Perusahaan investasi milik Korea Investment yaitu PT KISI Asset Management optimistis dengan kondisi makroekonomi dalam negeri Indonesia sehingga menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) menembus Rp 750 miliar dari tiga produk reksa dana yang baru diluncurkan.
Mustofa, Direktur Utama KISI Asset Management, mengatakan AUM atau NAB (nilai aktiva bersih) tiga produk reksa dana yang baru diluncurkan perseroan ditetapkan masing-masing Rp 250 miliar hingga akhir tahun ini.
Ketiga produk reksa dana yang baru diluncurkan Kamis kemarin (12/12/2019) yaitu reksa dana saham KISI Equity Fund, reksa dana pendapatan tetap KISI Fixed Income Fund, dan reksa dana pasar uang KISI Money Market Fund.
"Kondisi makroekonomi Indonesia yang relatif stabil merupakan momen yang tepat untuk meluncurkan tiga reksa dana ini," ujarnya, di Jakarta, Jumat (13/12/19).
Beberapa indikator yang diperhatikan perusahaan adalah tingkat inflasi yang relatif rendah yakni 3,00% YoY (year on year), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang stabil, defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD) yang semakin membaik di kuartal III-2019, serta surplus neraca perdagangan.
Menurut Mustofa, indikator tersebut adalah bukti kestabilan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Baca:Waduh! 15 Reksa Dana Campuran Juga Tekor Double Digit
Sebelum meluncurkan ketiga produk reksa dana terbuka tersebut, perusahaan manajer investasi itu menerbitkan reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa (exchange traded fund/ETF) bernama KISI IDX Value30 ETF yang berkode XKIV di bursa.
Reksa dana itu menggunakan indeks iDX Value 30 sebagai acuan, yang terdiri atas 30 saham Indeks IDX80 terpilih yang memiliki valuasi harga yang rendah berdasarkan valuasi dan likuiditas transaksi serta kinerja yang baik.
Valuasi itu didasari oleh penghitungan rasio harga saham per laba (price to earnings ratio, P/E) dan harga saham per nilai buku (price to book ratio, P/B). Untuk ETF itu, KISI Asset Management membidik dana kelolaan sebesar Rp 250 miliar hingga akhir 2020.
Tahun depan, perseroan menargetkan total dana kelolaan reksa dana mencapai Rp 2 triliun, di mana Rp 1,2 triliun di antaranya akan berasal dari dana investasi grup perseroan yakni Grup Korea Investment Holdings.
Investasi dari kelompok usaha yang dapat mencapai Rp 1,2 triliun itu dinilai menunjukkan komitmen mendukung KISI Asset Management sebagai salah satu anak usaha karena dapat memberikan penghasilan sehingga dapat menjadi modal awal selagi mencari nasabah awal.


