Iklan

 


,

 


Widget Banner (label produk)

Widget Banner (label produk)

Featured Post

Margareth Siagian Tampil di Perayaan Natal Perkumpulan Marga Siagian se-Jabodetabek

Foto: Margareth ‘Mammamia’ Siagian, saat di panggung Perayaan Natal Punguan Raja Siagian Dohot Boruna se-Jabodetabek   JAKARTA (wartamerde...

Widget HTML #1

 


Widget HTML (label produk)

Widget HTML (label jasa)


Widget Banner (label jasa)

Widget Banner (label jasa)

Menu Halaman Statis

Iklan

 


IAPE 2020 Solo Komitmen Kontribusi Kembangkan Industri Tekstil

Jumat, 13 Maret 2020, Maret 13, 2020 WIB Last Updated 2020-03-13T16:07:22Z

SOLO (bisnismerdeka.com) - Untuk yang ketujuh kalinya, para pelaku bisnis bidang garmen dan konveksi kembali menggelar pameran produksi. Pameran bertajuk Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2020 Solo ini akan berlangsung di Diamond Solo Convention Center hingga Minggu (15/3/2020).

Dibuka oleh perwakilan dari BPP Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Provinsi Jawa Tengah, Lilik Setiawan, Kamis (12/3), seremonial pembukaan pameran IAPE 2020 Solo ini dihadiri tamu undangan dari kalangan pelaku usaha konveksi dan garmen, salah satunya Direktur AK-Tekstil Solo, Ahmad Wimbo Helvianto, serta perwakilan dari Pemkot Surakarta, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta, Ariani Indriastuti.

Pada pembukaan Pameran IAPE 2020 di Diamond Solo Convention Center tersebut, Lilik Setiawan dari BPP Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, trisemester awal tahun 2020 ini terjadi berbagai tantangan yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Lilik mencontohkan, seperti isu mengenai blokade ekspor kelapa sawit Indonesia, dikeluarkannya Indonesia dari daftar negara berkembang.

“Hingga saat ini wabah global epidemi virus Corona. Namun demikian setiap tantangan ini harus dihadapi, Ini menjadi lecutan bagi Indonesia untuk mandiri dan kuat secara ekonomi,” ucap Lilik.

Pada kesempatan itu perwakilan Moremedia sebagai penyelenggara IAPE 2020, Bryan Whildan Arsaha mengungkapkan, tantangan bisnis semakin bervariasi dan kompleks, khususnya diera serba cepat seperti saat ini. Karena itu perlu lebih inovatif, lebih cepat, lebih berkualitas, sehingga dapat menjadi poin penting dalam persaingan bisnis dan penguasaan pasar.

“Hadirnya pameran IAPE di tengah berbagai tantangan yang ada, menjadi bentuk komitmen dalam menggairahkan pertumbuhan ekonomi dan diharapkan dapat mendorong pengembangan bisnis produksi pakaian di kawasan DIY-Jateng,” ungkap Bryan.

Menyinggung soal dengan epidemi Virus Corona, Bryan menyampaikan, penyelenggara juga memberikan perhatian khusus demi kenyamanan pengunjung dan peserta pameran.

Di antaranya dengan menyiapkan portable washand di beberapa titik, membagikan antiseptic ke peserta pameran, dan menyiagakan tenaga kesehatan.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta, Ariani Indriastuti menyampaikan, Wilayah Solo Raya khususnya Surakarta memiliki potensi ekonomi dan pangsa pasar yang besar. Baik itu usaha kecil, menengah, atau besar untuk dikembangkan. Pemerintah Kota Surakarta berupaya untuk mengangkat potensi tersebut menjadi satu kekuatan ekonomi untuk menopang perekonomian kota.

Dijelaskannya, untuk mengangkat potensi tersebut, dibutuhkan langkah-langkah strategis yang komprehensif, mulai dari peningkatan kualitas SDM, produk unggulan, pemodalan, manajemen usaha, branding, pemasaran, dan seterusnya.

"Maka untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dibutuhkan partisipasi semua pihak yang terkait guna mengambil langkah-langkah yang proaktif untuk mendukung pertumbuhan potensi ekonomi dan bersama-sama memajukan perekonomian," ujar Ariani Indriastuti.

Diketahui, IAPE 2020 di Solo diikuti oleh perusahaan penyedia peralatan produksi pakaian yang telah memiliki rekam jejak yang sangat panjang di dunia bisnis produksi pakaian. Ada penyedia bahan kain, mesin jahit industri, mesin bordir otomatis, mesin sablon manual maupun digital, hingga mesin digital printing textile.

Sebelumnya, perwakilan dari Moremedia sebagai penyelenggara IAPE 2020, Aulia Sunhandyka menuturkan, pameran IAPE berkomitmen untuk terus berkontribusi positif dalam pengembangan ekonomi. Terutama di bisnis produksi pakaian, disela-sela lesunya perekonomian pada tri wulan 2020 ini.

Aulia menjelaskan, hadirnya IAPE 2020 diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pelaku usaha maupun masyarakat. Khususnya yang ingin menggali informasi tentang perkembangan mesin dan teknologi di dunia bisnis kreatif produksi pakaian. Termasuk para pelaku usaha di bidang garmen, konveksi, sablon, dan digital printing tekstil.

Iklan