SIAPA yang tak kenal Kota Solo, salah satu kota paling unik dan menarik di Provinsi Jawa Tengah? Kota penuh nuansa sejarah dan budaya tradisi Jawa yang kental ini sungguh pantas menjadi pilihan destinasi wisata.
Di kota ini, kita akan dibuat terkesima dengan beragam atraksi warisan budaya Jawa kuno. Mulai dari keraton atau istana kerajaan Jawa, lalu pasar tradisional, berbelanja batik berkualitas, menyaksikan atraksi tarian Jawa yang agung, wayang kulit, dan menikmati kuliner yang tidak ada tandingannya, membuat orang menjatuhkan pilihan untuk mengunjungi kota ini.
Bagi mereka yang pernah ke Solo pun, kota ini selalu meninggalkan kenangan tak terlupakan sehingga merangsang kembali untuk napak tilas, merajut kenangan lama guna menyemangati dan mengukir masa depan. Apalagi, Solo sebagai destinasi wisata terus mengalami perkembangan cukup pesat sejak kota ini ada.
Homestay
Liburan di kota budaya ini tampaknya tak bisa selintasan sehari saja, karena akan terlalu banyak hal yang terlewatkan. Karenanya tempat menginap menjadi prioritas untuk difikirkan. Mungkin kita akan berpikir, hotel merupakan pilihan yang tepat untuk pesan penginapan di solo. Namun, terkadang kita dihadapkan pada kenyataan, bahwa kita perlu mempertimbangkan dari segi biaya, jumlah rombongan keluarga atau orang terdekat, fasilitas, kemudahan serta privasi, sehingga hotel belum tentu menjadi pilihan yang tepat meskipun ada sebagian hotel yang memiliki kriteria tersebut.
Hasil survei kecil-kecilan ditambah informasi dari mereka yang pernah ke Solo, ada sebuah alternatif penginapan selain hotel yang menawarkan kemudahan menginap dalam hal biaya, jumlah rombongan, fasilitas serta privasi yang terjaga, yakni homestay.
Homestay, merupakan alternatif penginapan yang sedang tren saat ini, dan sarana akomodasi yang sangat cocok untuk menginap bagi semua kalangan, baik mereka yang berbudget minim, kalangan menengah bahkan kalangan atas sekalipun.
Bagi kalangan berbudget minim, apalagi harus mempertimbangkan jumlah rombongan, maka homestay menawarkan fasilitas lengkap dengan budget terjangkau. Bagi kalangan menengah mungkin bukan soal budget, namun suasana homestay bakal menjadi pengalaman baru yang seru. Sementara bagi kalangan atas suasana homestay mampu menjadi solusi escape dari berbagai kesibukan, menjadi tempat reprogramming kejiwaan agar segar kembali.
Nah bila itu semua kebutuhan Anda, maka homestay merupakan tempat meinginap yang tepat untuk menikmati kota Solo. Dijamin akan menyenangkan menginap di homestay, menghabiskan waktu dengan mengobrol setelah melewati hari yang menyenangkan. Selain cocok untuk saat liburan bersama sahabat dan keluarga. Jika ingin mengadakan gathering atau reuni, homestay juga dapat menjadi pilihan yang tepat.
Roemah Gebyok Ngloji Inn
Dari sekian banyak homestay di Kota Solo, Roemah Gebyok Ngloji Inn paling banyak direkomendasikan berbagai kalangan. Roemah Gebyok Ngloji Inn menawarkan tempat menginap dengan rasa tenang, aman dan kenyamanan dalam privasi yang akan terjaga. Pendek kata Roemah Gebyok Ngloji Inn ibarat oasis sejuk di sekitar Kota Solo.
Dengan bangunan berkonsep tradisonal Jawa kuno yang disebut gebyok, penginapan Roemah Gebyok Ngloji Inn memberikan rasa nyaman, tenang dengan fasilitas memadai, dan murah untuk rombongan keluarga.
Berlokasi di Jalan Werkudoro No. 8, tepatnya depan vihara RT.06, RW I, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Roemah Gebyok Ngloji Inn memberikan fasilitas menginap layaknya penginapan di hotel, namun dari sisi budgeting, jelas lebih murah, karena batas standard sewa penginapan bukan ditentukan dari jumlah orang, tapi dari sewa per hari.
Murah dan Lengkap
Dari Roemah Gebyok Ngloji Inn menuju pusat Kota Solo hanya memerlukan 30 menit, dan 45 menit menuju bandara Adi Sumarmo.
Dengan tarif relatif murah, tamu bisa membawa rombongan keluarga maupun rekan-rekan untuk menginap di Roemah Gebyog Ngloji Inn, cukup dengan Rp1.000.000/hari, dan 1.500.000/hari pada weekend atau hari libur.
Bila hanya membutuhkan kamar perorangan (tanpa rombongan) untuk sekedar menginap, Home stay ini juga menyediakan kamar-kamar untuk disewa, cukup dengan cost Rp200.000 perhari.
Bagi tamu yang tidak membawa kendaraan, Roemah Gebyok Ngloji Inn menyediakan mobil yang layak dan nyaman. Cukup dengan menambah Rp500.000,-/hari, maka mobil berikut driver yang ramah dan sopan, siap mengantar tamu kemanapun.
Mereka yang tidak ingin keluar untuk mencari kuliner, tidak perlu khawatir akan kelaparan bila menginap di Omah Gebyok Ngloji Inn. Ada fasilitas dapur lengkap yang bisa digunakan, bila ingin memasak sendiri. Tapi, bagi yang enggan turun ke dapur, Roemah Gebyok Ngloji Inn juga menyiapkan pegawai yang bisa membantu membuat makanan dan minuman.
Tak hanya itu, home stay ramah lingkungan ini berdekatan dengan fasilitas ibadah masjid serta vihara, sehingga bagi memudahkan yang membutuhkan tempat ibadah tersebut.
The Spirit of Java
Destinasi wisata di sekitar Solo mana saja yang bisa dikunjungi dan dinikmati bila mengingap di Omah Gebyok Ngloji Inn? Tentu semua destinasi bisa dijangkau karena kemudahan akses yang tersedia. Namun yang terpenting dengan mengingap di Omah Gebyok Ngloji Inn, wisatawan cukup punya jarak untuk melihat destinasi di Solo mana yang akan dipilih sesuai prioritas masing-masing.
Solo sendiri dikenal dengan sebutan The Spirit of Java yang bukan hanya kental dengan budaya tradisional Jawa-nya, namun juga sarat dengan wisata kuliner. Bahkan pemerintah daerah setempat mengakui bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi di wilayah ini diperoleh dari sektor kuliner dibanding sektor lainnya.
Untuk wisata belanja, beberapa lokasi tradisonal yang patut dikunjungi karena kekentalannya dengan budaya Solo, antara lain : Pasar Gede, yang dikenal sebagai salah satu pasar tradisional tertua di Solo, juga memiliki sejumlah jajanan khas yang patut untuk dicoba dan dinikmati. Untuk menemukan jajanan yang enak dan murah di Solo, kadang kita musti blusukan masuk ke dalam pasar tradisional.
Di pasar ini, bisa ditemui Es Dawet Pasar Gede misalnya. Bagi warga Solo, minuman segar sangat terkenal. Dihidangkan dalam mangkuk kecil berisi dawet, telasih, jenang sumsum, ketan hitam, dan tape ketan. Jadi, selain menyegarkan, minuman ini sekaligus bisa mengenyangkan.
Selain es dawet, masih ada lagi minuman tradisional lainnya, ada gempol plered, minuman dari santan ini memiliki rasa yang unik, perpaduan antara manis dan gurih, di dalamnya terdapat ‘bola bola’ kecil yang terbuat dari beras.
Tempat unik lainnya yang sering menjadi obyek kunjungan wisatawan saat berada di kota Solo, adalah Pasar Triwindu.
Sebelum memasuki ke dalam areal lokasi ini, terdapat gapura bertuliskan Pasar Triwindu. Di disini, kita akan tahu apa yang disuguhkan dan menjadi keunikan pasar itu. Berbagai barang unik dan pasti kuno bisa didapatkan di pasar tersebut. Mata kita akan dimanjakan oleh beragam barang-barang antik yang dipajang di kios-kios. Mulai dari hiasan pintu sampai patung batu bisa ditemukan di sini, dari wayang sampai meriam logam juga ada.
Uang-uang logam tempo doeloe bisa didapat di Pasar Triwindu ini, ada lonceng yang sering dikalungkan pada leher sapi atau dikenal dengan sebutan klonong sapi, Begitu pula setrika arang dengan ciri khas patung jago dipucuknya. Intinya, banyak barang tak terduga yang bisa kita jumpai, bahkan konon dulu pernah ada barang antik dari Keraton Solo yang ‘nyasar’ di Pasar Triwindu.
Wisata Historis
Di Kota asal Joko Widodo (Jokowi), mantan Walikota Solo yang sempat menjadi Gubernur DKI Jakarta dan kini Presiden RI ini juga gudangnya pengrajin Batik. Salah satu tempatnya adalah Kampung Batik Laweyan. Batik Kota Solo identik dengan Laweyan, sebab di sinilah konon batik bermula, diproduksi secara turun-temurun.
Dari sisi sejarah, juga merupakan tempat wisata dengan pesona luar biasa. Di kampung itu pulalah muncul tokoh-tokoh pergerakan menentang penjajahan. Hingga kini, aura masa lalu Laweyan masih terasa, terutama ditunjukkan oleh adanya bangunan-bangunan kuno, yang tertutup dengan tembok-tembok tinggi.
Sejarah batik Surakarta, pun diyakini berasal dari Laweyan, yang dikenalkan pertama kali semasa Kerajaan Pajang dengan pelopor Kyai Ageng Henis, pada awal abad ke-16. Maka, batik Surakarta itu, ya Laweyan. Dari tlatah Pajang, batik mengular menyesuaikan alur Kali Laweyan, masuk Bengawan Solo dan seterusnya sampai ke Laut Jawa, hingga muncullah motif batik pesisiran. Ekspor barang dari Indonesia dalam pengertian modern, konon berupa batik asal Laweyan pada awal 1930-an.
Kyai Ageng Henis-lah yang memperkenalkan batik kepada penduduk sekitar Pajang pada awal abad ke-16. Setidaknya, begitulah yang diyakini warga Laweyan hingga kini.
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Obyek wisata yang satu ini, sangat perlu disambangi bila berkunjung ke Kota Solo. Belum afdol rasanya bila dolan ke Solo namun belum mengunjungi Keraton Kasunanan Surakarta. Pasalnya, dari sinilah cikal bakal kota Surakarta ini bermula. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat adalah salah satu warisan budaya yang tidak boleh terlewatkan untuk dikunjungi. Karena berkunjung ke Keraton Surakarta, seolah kita akan dibawa untuk menjadi saksi tentang kejayaan Kerajaan Mataram yang telah dibagi menjadi dua pada perjanjian Giyanti, yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Saat ini, yang sedang bertahta di keraton Surakarta yaitu Gusti Hangabehi yang telah diangkat menjadi ISKS Paku Buwana XIII.
Di Keraton Surakarta ini terdapat berbagai benda peninggalan kerajaan yang terdapat di dalam museum. Untuk memasuki museum yang berada di dalam area kraton, diwajibkan memakai sepatu dan bercelana panjang. Bagi yang memakai sandal disarankan untuk dilepas sehingga tanpa alas kaki alias cekeran, bagi yang bercelana pendek akan dipinjami sebuah kain yang dibelitkan dari pinggang hingga ke kaki menyerupai ketika memakai jarik.
Di dalam area keraton, selain bisa menikmati museum, juga akan mengenal lebih dekat bagian-bagian keraton seperti Panggung Sanggabuwana, Sasana Handrawina, Sasana Sewaka, Ndalem Ageng Prabasuyasa, dll. Hamparan pasir putih yang terdapat di dalam area keraton adalah pasir yang diambil dari pantai Selatan.
Di dalam kompleks Keraton Surakarta, masih bisa menikmati wisata belanja di Pasar Klewer. Sebuah pasar tradisional yang cukup besar dan terkenal di kota Solo. Berbagai cendera mata khas Solo dan baju-batik bisa dijumpai di sini. Bagi yang tertarik untuk berkunjung ke Keraton Surakarta, silakan datang setiap Senin-Jumat mulai pukul 09.00-14.00 dan Sabtu-Minggu pukul 09.00-15.00.
Demikian banyak destinasi wisata di Solo yang bisa dinikmati sehingga selain diperlukan waktu kunjung yang memadai, juga tempat menginap yang memungkinkan untuk menetapkan prioritas dan urutan efektif kunjungan. Semua itu dapat terpenuhi apabila kita menginap di Omah Gebyok Ngloji Inn. (Henigun/Berbagai Sumber)




