Iklan

 


,

 


Widget Banner (label produk)

Widget Banner (label produk)

Featured Post

Margareth Siagian Tampil di Perayaan Natal Perkumpulan Marga Siagian se-Jabodetabek

Foto: Margareth ‘Mammamia’ Siagian, saat di panggung Perayaan Natal Punguan Raja Siagian Dohot Boruna se-Jabodetabek   JAKARTA (wartamerde...

Widget HTML #1

 


Widget HTML (label produk)

Widget HTML (label jasa)


Widget Banner (label jasa)

Widget Banner (label jasa)

Menu Halaman Statis

Iklan

 


Samsung Kuasai Pasar AS, Untuk Ponsel Pengusung 5 G

Minggu, 08 Maret 2020, Maret 08, 2020 WIB Last Updated 2020-03-07T18:38:33Z

JAKARTA (bisnismerdeka.com) -Smartphone yang didukung dengan teknologi baru, yakni ponsel 5G sudah muncul sejak 2019. Berbagai vendor saling berlomba menguasai pasar.

Dan ternyata berdasarkan laporan Counterpoint, jawara vendor yang menguasai pasar, khususnya di Amerika Serikat adalah Samsung. Pabrikan asal Korea Selatan itu diklaim telah menguasi pangsa pasar sebesar 75%.

Sedangkan LG, yang berasal dari negeri Gingseng mencatatkan penguasaan pasar ponsel 5G sebesar 15% untuk mendudukkannya di posisi kedua.

OnePlus, vendor pertama yang merilis ponsel 5G di AS ini justru berada di urutan ketiga dengan market share 11%, seperti dikutip dari Android Central, Sabtu (7/3/2020).

Counterpoint memperkirakan bahwa ponsel 5G yang beradar di pasar negeri Paman Sam ini di kisaran dua juta unit atau 1% dari total penjualan smartphone di 2019.

Market share ponsel 5G di 2019. Market share ponsel 5G di 2019. Foto: Counterpoint

Kendati harganya selangit, Galaxy Note 10 Plus 5G adalah ponsel 5G terlaris di AS mengungguli Galaxy S10 5G.

Sebelumnya, Samsung dalam pernyataannya kalau mereka mengapalkan 6,7 juta unit ponsel 5G pada tahun lalu, yang mana itu artinya Samsung meraih 53,9% pasar smartphone secara global.

Bagaimana dengan 2020? Counterpoint memprediksi penetrasi 5G akan melonjak 25%. Penyebab utamanya tak lain diharapkan Apple bakal merilis iPhone 5G pertama mereka ke pasar sehingga pasar akan semakin bergairah.

Penjualan ponsel 5G berbasis Android pun kemungkinan akan tumbuh tahun ini. Perangkat yang harganya USD 500 bisa jadi penunjangnya pertumbuhan tersebut.

Iklan