Iklan

 


,

 


Widget Banner (label produk)

Widget Banner (label produk)

Featured Post

Margareth Siagian Tampil di Perayaan Natal Perkumpulan Marga Siagian se-Jabodetabek

Foto: Margareth ‘Mammamia’ Siagian, saat di panggung Perayaan Natal Punguan Raja Siagian Dohot Boruna se-Jabodetabek   JAKARTA (wartamerde...

Widget HTML #1

 


Widget HTML (label produk)

Widget HTML (label jasa)


Widget Banner (label jasa)

Widget Banner (label jasa)

Menu Halaman Statis

Iklan

 


Amatil X Umumkan Kerjasama dengan Kargo Technologies Dukung Transformasi Logistik di Indonesia

Jumat, 03 April 2020, April 03, 2020 WIB Last Updated 2020-04-03T07:51:41Z


JAKARTA (BisnisMerdeka) - Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) melalui  inisiatif corporate venture capital, Amatil X, secara resmi mengumumkan kerjasama bisnis dengan perusahaan start-up Indonesia di bidang logistik, Kargo Technologies.

Kerjasama ini untuk membantu memperluas strategi bisnis dan proses digitalisasi di Indonesia.
Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia, Kadir Gunduz, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kargo Technologies merupakan sebuah momentum penting bagi perjalanan transformasi Amatil Indonesia

“Sebagai kekuatan di balik merek minuman favorit Indonesia, kami percaya bahwa investasi kami di Kargo Technologies akan mendukung ambisi Amatil Indonesia untuk menjadi pemain terkemuka dalam ekosistem digital di Indonesia,” tutur Kadir dalam keterangan rilisnya.

Kadir Gunduz menjelaskan, Kargo Technologies adalah investasi awal pertamanya di Indonesia.

“Dan kami senang dapat bermitra dengan mereka untuk meningkatkan kemampuan logistik Amatil Indonesia secara keseluruhan. Saat ini, Kargo sedang memenuhi dua rute transportasi darat utama dan kami harap strategi tersebut akan terus meningkat seiring dengan perluasan jaringan Kargo," jelasnya.

Coca-Cola Amatil Indonesia, lanjutnya, berharap bahwa kolaborasi ini tidak hanya dapat memperluas bisnis atau cara melayani pelanggan, tetapi juga perusahaan dapat berkontribusi pada kesiapan tenaga kerja terhadap Industri 4.0 dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Untuk diketahui, sebagai salah satu perusahaan penjualan, manufaktur, dan distribusi minuman terbesar yang telah beroperasi sejak tahun 1992 di Indonesia, Amatil Indonesia telah melalukan banyak investasi di setiap fasilitas manufaktur untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk dalam hal pengembangan sistem dan teknologi.

Pada tahun 2015, Amatil Indonesia mengawali perjalanan transformasi digital yang berfokus pada penggerak ekosistem digital di Indonesia dalam mendukung Making Indonesia 4.0. Amatil Indonesia tidak hanya berinvestasi pada teknologi, tetapi juga berfokus pada pembangunan kapabilitas dan menanamkan metodologi lean start-up pada karyawan, sehingga mereka dapat beradaptasi dalam menghadapi tantangan, berinovasi dengan cepat, dan mensinergikan strategi bisnis untuk masa depan.

Sedangkan Kargo Technologies merupakan start-up digital yang bergerak di bidang penyediaan pasar untuk para pengusaha pengiriman dan logistic yang bertujuan untuk mendigitalkan industri angkutan logistik Indonesia dengan memanfaatkan teknologi untuk mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

Melalui teknologinya, pengirim, pengangkut dan pengemudi truk terhubung, bertransaksi dan dapat melacak pengiriman secara real-time yang dapat diakses melalui situs dan aplikasi seluler.

Pada tahun 2019, Kargo mengumumkan telah mengumpulkan pendanaan sebesar USD 7,6 juta.
Di era Making Indonesia 4.0, Kargo Technologies akan mendukung upaya Coca-Cola Amatil Indonesia untuk mengoptimalkan kapabilitas logistiknya dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi pada beberapa rute angkutan truk utamanya.

CEO Kargo Technologies Tiger Fang mengatakan, logistik yang didukung teknologi merupakan tren yang terbukti di pasar lain, termasuk India, Cina, dan Amerika Serikat.

“Kami sangat senang dapat bekerja dengan Coca-Cola Amatil untuk lebih mendigitalkan dan mengoptimalkan rantai pasokan mereka di Indonesia,” kata pria biasa disapa Fang ini.

Di Indonesia, Fang menjelaskan, logistik jalan mencapai 16% dari PDB dengan sekitar USD 40 miliar dari anggaran dihabiskan untuk angkutan truk setiap tahun. Industri ini sangat terfragmentasi, dengan tujuh juta truk beroperasi di 17.000 pulau.

“Sebanyak 90 persen perusahaan truk memiliki 100 truk atau kurang dan 75 persen memiliki 20 truk atau kurang,” bebernya.

Oleh karena itu, lanjut dia, Kargo sedang membangun infrastruktur digital untuk menghadirkan efisiensi bagi sistem logistik Indonesia.

“Kargo menghubungkan bisnis dan kebutuhan pengiriman mereka dengan perusahaan angkutan truk yang memiliki kendaraan dengan ruang kargo yang tersedia di dekatnya. Yang penting, Kargo dapat mengambil banyak muatan untuk backhaul yang berarti truk kembali dengan muatan kosong yang lebih sedikit, memungkinkan mereka untuk memaksimalkan pendapatan dan mendistribusikan biaya dengan lebih baik,” jelas Fang.


Iklan