Iklan

 


,

 


Widget Banner (label produk)

Widget Banner (label produk)

Featured Post

Margareth Siagian Tampil di Perayaan Natal Perkumpulan Marga Siagian se-Jabodetabek

Foto: Margareth ‘Mammamia’ Siagian, saat di panggung Perayaan Natal Punguan Raja Siagian Dohot Boruna se-Jabodetabek   JAKARTA (wartamerde...

Widget HTML #1

 


Widget HTML (label produk)

Widget HTML (label jasa)


Widget Banner (label jasa)

Widget Banner (label jasa)

Menu Halaman Statis

Iklan

 


Luar Biasa...Rupiah Libas Dolar AS

Sabtu, 16 Mei 2020, Mei 16, 2020 WIB Last Updated 2020-05-16T06:23:42Z

JAKARTA (bisnismerdeka.com) - Luar biasa..Mata uang rupiah mencatatkan performa yang impresif dalam sepekan. Rupiah yang mulai diburu oleh pelaku pasar membuatnya mampu melibas dolar Amerika Serikat (AS) dan menjadi mata uang negara Asia yang menguat ketika lainnya melemah.

Pada penutupan pasar spot Jumat (15/5/2020), rupiah dibanderol Rp 14.830/US$ menguat dibanding posisi penutupan sehari sebelumnya di level Rp 14.840/US$. Rupiah berhasil melibas dolar AS dalam 3 hari perdagangan beruntun. Hat-trick rupiah ini mengantarkan mata uang RI menjadi salah satu yang memiliki kinerja mengesankan pekan ini.

Penguatan tipis-tipis rupiah di pekan ini tak lepas dari kinerja impresifnya sepanjang bulan April lalu. Rupiah kala itu mencatat penguatan lebih dari 9% dan membukukan penguatan 4 minggu beruntun. Rentetan penguatan tersebut baru berakhir pada pekan lalu.

Di perdagangan pertama bulan Mei, rupiah merosot 1,52% dan kembali ke atas Rp 15.000/US$, tetapi setelahnya Mata Uang Garuda kembali menunjukkan tren penguatan meski tipis-tipis

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam beberapa kesepatan selalu menekankan rupiah akan di kisaran Rp 15.000/US$ di akhir tahun ini. Sekarang level rupiah sudah mulai mendekati Rp 14.800/US$.

Rupiah yang perlahan mulai kembali dilirik pelaku pasar hasil survei dua mingguan yang dilakukan Reuters. Survei tersebut menunjukkan para pelaku pasar mulai mengurangi posisi short (jual) rupiah sejak awal April. Survei tersebut konsisten dengan pergerakan rupiah yang mulai menguat sejak awal April.

Hasil survei terbaru yang dirilis Kamis (30/4/2020) pekan lalu menunjukkan angka 0,58, turun jauh dari rilis sebelumnya 16 April sebesar 0,86. Angka tersebut menunjukkan penurunan dalam tiga survei beruntun, sejalan dengan penguatan rupiah di bulan April.

Iklan