JAKARTA (bisnismerdeka.com) - Luar biasa..Mata uang rupiah mencatatkan performa yang impresif dalam sepekan. Rupiah yang mulai diburu oleh pelaku pasar membuatnya mampu melibas dolar Amerika Serikat (AS) dan menjadi mata uang negara Asia yang menguat ketika lainnya melemah.
Pada penutupan pasar spot Jumat (15/5/2020), rupiah dibanderol Rp 14.830/US$ menguat dibanding posisi penutupan sehari sebelumnya di level Rp 14.840/US$. Rupiah berhasil melibas dolar AS dalam 3 hari perdagangan beruntun. Hat-trick rupiah ini mengantarkan mata uang RI menjadi salah satu yang memiliki kinerja mengesankan pekan ini.
Penguatan tipis-tipis rupiah di pekan ini tak lepas dari kinerja impresifnya sepanjang bulan April lalu. Rupiah kala itu mencatat penguatan lebih dari 9% dan membukukan penguatan 4 minggu beruntun. Rentetan penguatan tersebut baru berakhir pada pekan lalu.
Di perdagangan pertama bulan Mei, rupiah merosot 1,52% dan kembali ke atas Rp 15.000/US$, tetapi setelahnya Mata Uang Garuda kembali menunjukkan tren penguatan meski tipis-tipis
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam beberapa kesepatan selalu menekankan rupiah akan di kisaran Rp 15.000/US$ di akhir tahun ini. Sekarang level rupiah sudah mulai mendekati Rp 14.800/US$.
Rupiah yang perlahan mulai kembali dilirik pelaku pasar hasil survei dua mingguan yang dilakukan Reuters. Survei tersebut menunjukkan para pelaku pasar mulai mengurangi posisi short (jual) rupiah sejak awal April. Survei tersebut konsisten dengan pergerakan rupiah yang mulai menguat sejak awal April.
Hasil survei terbaru yang dirilis Kamis (30/4/2020) pekan lalu menunjukkan angka 0,58, turun jauh dari rilis sebelumnya 16 April sebesar 0,86. Angka tersebut menunjukkan penurunan dalam tiga survei beruntun, sejalan dengan penguatan rupiah di bulan April.


