
Menteri Koordinator
Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan bersama Presiden Amerika
Serikat Donald Trump usai pertemuan, Selasa, 17 November 2020. (Foto: Gedung
Putih)
JAKARTA, bisnismerdeka.com
Dikutip dari VOA, Menteri Koordinator
Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (17/11/2020),
diterima Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, di
Washington, D.C.
Dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus
Presiden Joko Widodo, Luhut menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas
dukungan terhadap kerja sama strategis Indonesia dan Amerika selama ini.
Termasuk pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP)
atau bebas tarif bea masuk bagi produk ekspor asal Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk Amerika
Muhammad Lutfi mendampingi Luhut dalam pertemuan itu.
Amerika, melalui Kantor Perwakilan
Dagang AS (United States Trade Representative/USTR) pada 30 Oktober lalu
resmi mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang pemberian GSP kepada
Indonesia. GSP adalah pembebasan tarif bea masuk yang diberikan secara sepihak
oleh AS kepada negara-negara berkembang sejak 1974. Indonesia pertama kali
mendapat fasilitas GSP ini pada 1980.
Dalam konferensi pers di Jakarta sehari
setelah keputusan itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kepada
wartawan bahwa USTR mengambil keputusan pemberian GSP itu setelah mengkaji
pemberian GSP sejak Maret 2018.
Menurut Retno, ada 3.572 pos tarif
Indonesia yang mendapat fasilitas GSP, termasuk produk manufaktur,
semi-manufaktur, pertanian, perikanan, dan industri primer.
Dalam pertemuan pada Selasa (17/11),
Presiden Trump, juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas
kerja sama selama ini dan menyampaikan penilaian positifnya atas peningkatan
hubungan ekonomi kedua negara.
Turut mendampingi Trump dalam pertemuan
itu adalah penasihat Gedung Putih Jared Kushner dan Ivanka Trump, serta CEO
U.S. International Development Finance Corporation (IDFC ) Adam Boehler.
Secara terpisah Luhut juga bertemu
dengan Wakil Presiden Mike Pence di kantornya. Dari keterangan pers Kemenko
Marves yang diperoleh VOA diketahui bahwa dalam pertemuan itu Pence menawarkan
kerja sama produksi vaksin bersama antara perusahaan Amerika dan Indonesia.
Sementara dalam pertemuan dengan
Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien, Luhut membahas kemitraan Indonesia
dan Amerika dalam bidang pertahanan dan teknologi. Keduanya juga saling tukar
pandangan tentang situasi geopolitik.
“Atas nama Presiden Joko Widodo, saya
menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Donald Trump. Apapun
hasil resmi pemilu Amerika, pertemanan tetap perlu dijaga. Kita akan selalu
menjadi kawan. Saya juga berharap komunikasi yang baik seperti ini dengan
Gedung Putih dapat juga terjalin setelah Januari 2021 nanti,” ujarnya. [em/ft/dans]


