Foto: Sahat Silaban, SE, Anggota Komisi V DPR RI periode 2014-2019,
Keynote Speeh, nara narasumber dan peserta Webinar Pembekalan Rapimnas FBBIJAKARTA, bisnismerdeka.com
Tampil sebagai salah satu narasumber dalam Seminar virtual (Webinar)
Pembekalan peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional
(Munas) II Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), Sahat Silaban, SE, mantan
Anggota DPR R.I Komisi V mengatakan, Kawasan
Danau Toba (KDT) perlu dibangun menara-menara pandang dan homestay.
Menara pandang itu menurut Sahat Silaban merupakan salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba.
“Danau Toba itu sangat indah jika dipandang dari kejauhan. Memiliki pesona yang luar biasa. Jika dibuat menara pandang, maka para wisatawan akan bisa melayangkan pandangan meliputi jangkauan yang lebih luas. Dari menara pandang, Danau Toba akan terlihat lebih komplit, karena juga pakai teropong. Bukan saja hanya air Danau Toba yang bisa dilihat, tapi pebukitan disekitar Danau Toba. Dan bisa pula dilihat saat sunrise maupun sunset. Wah, luar biasalah pesonanya,” uangkapnya bersemangat, disambut tepuk-tangan peserta webinar.
Sahat Silaban menuturkan, ketika dirinya masih di Komisi V DPR RI (periode 2014-2019), yang salah satunya membidangi infrastruktur pariwisata, sudah pernah dia usulkan.
“Saat saya masih di Komisi V DPR R.I, hal ini sudah pernah saya usulkan, ketika rapat dengan Kementerian PUPR. Gagasan ini langsung ditangkap Kementerian PUPR, untuk dikaji secara serius. Tentu, Kementerian PUPR akan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta BOPDT,” tandas politisi dari Fraksi Nasdem ini.
Lebih lanjut, anggota Parlemen dari daerah pemilihan (dapil) II Sumatera Utara yang memperoleh 67.555 suara meliputi kawasan Danau Toba ini mengatakan, dengan adanya menara pandang itu, nantinya akan didukung homestay-homestay, sebagai tempat penginapan atau istirahat wisatawan.
“Setidaknya, kawasan Danau Toba butuh sekitar 23 menara pandang di 7 (tujuh) kabupaten sekitar Danau Toba. Yang ada saat ini baru satu menara pandang yaitu di Tele, Samosir. Jadi, konsep berpikirnya, disekitar 23 titik lokasi menara pandang ini, didukung setidaknya 4-5 homestay. Tentu, ini butuh investasi dan pasti akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi penduduk setempat. Selain itu, perekonomian di sekitar menara-menara pandang dan homestay-pun akan hidup,” pungkas pria handsome dan berkumis ini.
Webinar itu sendiri mengangkat tema: “Upaya Membantu Pemberdayaan SDM dan SDA Bonapasogit, Dalam Mendukung Perbaikan Ekonomi Rakyat, Pasca Pandemi Covid 19", yang digelar secara virtual, Sabtu (06/02/2021) lalu. Adapun sentral kendali acara, dari kantor Jaya Pos (Sekretariat DPD FBBI DKI Jakarta), Utan Kayu, Jakarta Timur.
Webinar ini menampilkan Keynote Speech Dr. Ronsen Pasaribu, SH., MM (Ketua Umum DPP FBBI periode 2017-2020) dan 4 (empat) narasumber yaitu: Drs. Maruap Siahaan, MBA (Pengusaha/ Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba/ YPDT); Sahat Silaban, SE (Pengusaha/Mantan anggota DPR R.I dapil Sumatera Utara); Ir. S.M Tampubolon (Ketua Umum Forum Peduli Bona Pasogit/ Ketua Umum Batak Center) dan Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME (Ketua Dewan Pembina DPP FBBI/ mantan Rektor Universitas Mpu Tantular/Alumni Lemhannas).
![]() |
| Ketua Umum Terpilih Dr. Ronsen Pasaribu, SH., MM (kiri) salam komando dengan Danny PH Siagian, SE., MM (kanan) Ketua Steering Committee, di sentral kendali acara Munas II |
Sementara itu, dalam sesi acara Munas II FBBI, Dr. Ronsen Pasaribu, SH., MM terpilih kembali menjadi Ketua Umum DPP FBBI periode 2021-2024. Dalam sambutannya usai terpilih, Ronsen Pasaribu mengatakan, kepercayaan yang masih diberikan kepadanya, akan membawa organisasi lebih berdampak khususnya bagi Bona Pasogit (kampung halaman).
Ada 101 peserta yang yang mengikuti acara terdiri dari 5 (lima) DPD FBBI yaitu: DPD Sumatera Utara; DPD Sumatera Selatan; DPD Riau; DPD DKI Jakarta dan DPD Bali. Sedangkan DPC-DPC ada 13 yaitu: Serdang Bedagei, Binjai, Kota Medan, Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Samosir, Tobasa, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan dan Musi Banyuasin.
Acara Munas dipimpin Ketua Steering Commitee yang sekaligus
Ketua Majelis Persidangan Rapat Paripurna Munas II, Danny PH Siagian, SE., MM, didampingi Sekretaris Kol. (Purn) Drs. Parlindungan F. Tobing, SE., MM, dan anggota
Dra. Arta Peto Sinamo, Dip. Ed., MA in Ed. Sedangkan Ketua Panitia adalah Serepina Tiur
Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom. DANS



